POTRET BURUH

30 Apr 2012

Ilustrasi foto:google

Ilustrasi foto:google

Semua pekerja adalah buruh, selama kita masih bekerja ditempat orang meskipun dengan jabatan tinggi tetap saja BURUH, karena kita tetap mengandalkan gaji. Namun tidak setiap perusahaan memiliki standart kelayakan buat buruh. Banyak mendengar cerita dari teman dan kerabat tentang suka duka menjadi buruh, entah dari segi financial, jaminan kesehatan dan waktu jam kerja.

Sudah seharusnya para pengusaha yang mempekerjakan para buruh memperhatikan kesejahteraan para karyawan atau kasarnya buruh. Masih banyak buruh yang tidak mendapatkan hak sepenuhnya, seperti jam kerja yang melebihi batas standar, tidak adanya hari libur, libur hari raya diberikan hanya dua hari saja, pemotongan gaji jika tidak masuk karena sakit.

Seperti yang dikisahkan seorang teman yang bercerita tempat dimana ia bekerja, seorang buruh pabrik yang digaji per minggu kurang dari 200rb, bekerja dengan ruangan berdebu dan tanpa jaminan kesehatan, yang lebih parahnya lagi tidak adanya hari libur. Pergi jam 7 pagi pulang jam 8 malam, sungguh keterlaluan menurut saya. Adakah peraturan pemerintah yang melindungi hak setiap buruh?? Jika ada kenapa masih banyak potret buruh yang bikin iba jika kita mendengarnya.

Ada lagi cerita seorang tukang parkir di sebuah kafe, ketika saya berbincang dengannya, dia mengeluhkan waktu dan pembagian THR yang tidak setengahnya dari gaji yang didapat. Waktunya kerjanya lebih dari 12 jam dan libur hanya over shiff saja, jadi tidak ada waktu untuk bercengrama dengan keluarga atau sesekali buat mengunjungi orang tuanya dan uang gaijpun habis buat kost dan makan sehari-hari.

Sedangkan mereka yang bekerja dengan hanya tumpang kaki saja bisa mendapat fasilitas dan gaji yang luar biasa, bukankah mereka sama seperti kita BURUH juga?? Sebuah perusahaan tidak akan berarti apa-apa tanpa buruh, begitu juga sebaliknya. Berfikirlah timbal balik jangan hanya mau mengambil keuntungan buat pribadi saja. Mungkin banyak dari pengusaha yang berfikir kalau suka teruskan kalau tidak out aja toh masih banyak yang butuh pekerjaan.

Tapi sadarlah memang banyak yang butuh kerjaan tapi untuk nyari orang yang jujur dan loyal pada perusahaan itu sulit. Bahkan ada yang bernasib sudah bekerja puluhan tahun gajinya masih segitu-gitu saja dengan alasan ini itu. Setiap tanggal 1 Mei kita selalu memperingati hari buruh ( MayDay) , setiap tahun para buruh mengeluarkan aspirasi mereka dengan cara berdemo, tapi belum ada tanggapan juga dari pihak terkait dan dari tahun ke tahun tetap tidak ada perubahan.

Seperti yang telah saya katakana diatas, tidak semua perusahaan yang tidak loyal pada buruhnya, ada beberapa cerita teman yang kesejahteraannya cukup, seperti dapat jamsostek, askes buat sekeluarga juga, kebutuhan minum susu setiap hari, gaji yang sesuai dan tunjangan hari raya dua bahkan sampai tiga kali lipat dari gaji. Melalui hari buruh ini, semoga para pengusaha bisa mendengar aspirasi para buruh, jika anda loyal pada kami pasti kamipun akan lebih loyal kepada perusahaan. Dengarlah keluh kesah kami para buruh, karena Allah telah menitipkan rejeki lewat tangan-tangan kalian yang dipercaya untuk punya perusahaan dan mempekerjakan para buruh seperti kami. Jika kita menanam kebaikan, pasti kita akan memetik hasil yang baik juga. Selamat Hari Buruh, semoga kesejahteraan menghampiri kita semua. Amin.***


TAGS hari buruh potret buruh mayday


-

Author

Follow Me