Meningkatkan Kinerja Menuju PLN Bersih

8 Oct 2013

81d486e03b1da833738cebbb5eede22e_plnbersih

Siapapun pasti menyukai “Bersih”, sesuatu hal yang enak di pandang dan memberi dampak yang sehat bagi orang yang berada disekitarnya. Bersih bukan hanya untuk tempat saja, tetapi ada makna lain dari kata bersih yaitu hati dan pikiran, dimana kedua ini sangat penting dalam kehidupan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku yang jujur baik itu di tempat kerja atau dimanapun berada, jika hati dan pikiran kita bersih maka jiwa pun akan sehat dan lingkungan sekitar akan merespon kita dengan baik.

Siapa sih orang yang tidak suka sama “kejujuran”, meskipun hasilnya selalu menyakitkan dan mungkin ada yang menilai bahwa menjadi orang jujur itu selalu tersakiti dan hasilnya tidak instant. Contoh kecilnya seperti banyak kasus yang mencuat saat ini yang terjadi di Indonesia, kasus korupsi yang seakan tidak ada habis dan matinya, mereka cenderung memilih cara instant untuk memperoleh hasil yang maksimal. Suap menyuap supaya keinginannya terlaksana tanpa ingin berusaha atau malas untuk mengikuti prosedur yang berlaku rasanya sudah mendarah daging bagi sejumlah kalangan.

Tetapi ada juga yang menyatakan tidak setuju dengan suap menyuap, sebut saja Dodi pemuda lajang berperawakan tegap dengan kulit hitam manis, orangnya ramah mudah bergaul sama orang tetapi sangat kritis jika tidak ada yang sependapat dengan kata hatinya. Saya mengenal Dodi saat dia sering mengecek meteran listrik di mess kantor, setiap tanggal 20 ke atas petugas catat meter ini selalu rutin mengunjungi mess (bukan mengunjungi aku yaa) dan kantor untuk mengecek meteran listrik. Teriknya panas matahari, ketidak ramahan yang punya rumah, belum lagi jika gerbang tinggi yang selalu di kunci dengan rapat, disambut gonggongan hewan peliharaan, omelan dan caci maki dari pelanggan karena terjadi penunggakan yang mengakibatkan pemutusan listrik sementara sudah menjadi resiko Dodi untuk menjalankan tugasnya sebagai karyawan outsourching di PT PLN.

Dodi bercerita kepada saya dengan keringat yang sesekali mengucur dari wajahnya, usianya yang masih sangat muda Dodi termasuk pemuda yang sabar untuk menghadapi tantangan karirnya sebagai catat meter. Kedekatan saya dengan petugas catat meter berawal ketika mess kantorku ingin menambah daya dari 450 watt menjadi 1300 watt, disitulah terjadi perbincangan sehingga saya tahu kinerja dari catet meter ini. Petugas ini menyaranku untuk datang ke kantor PLN dimana data pelanggan tercatat di cabang PLN tersebut dengan membawa KTP asli yang terdaftar sebagai pelanggan dan mengisi formulir serta mengikuti prosedur yang telah ditentukan, dalam hati saya berarti petugas ini tidak mau menambahkan daya secara ilegal.

Seperti yang saya ketahui pernah saya melihat ketika ada razia meteran listrik yang mendatangi rumah-rumah, dan tidak sedikit banyak yang terjaring razia karena penambahan daya secara ilegal. Jelas ini merugikan Negara karena kasarnya ini sudah pencurian listrik, kejadian ini sekitar tahun 2010-an kalau tidak salah. Untuk tahun berikutnya saya belum menemukan rumah yang terjaring razia listrik, entah saya tidak tahu atau memang tidak ada atau mungkin di daerah lain masih banyak terjadi kasus seperti ini saya tidak tahu, karena setiap permasalahan pasti ada.

Suatu ketika, Dodi yang selalu rutin mengecek meteran listrik di kantorku tiba-tiba terlihat murung dan pucat tidak seperti biasanya waktu itu Dodi minta ijin untuk istirahat sejenak duduk di teras ruang satpam sambil mngipas-ngipas wajahnya dengan buku sesekali mengelap keringat yang mengucur, saya ingat betul kejadian itu karena jam istirahat saya pun menghampiri dan menyapanya, kenapa Dodi Tanya aku, biasa mba lagi gak enak badan saya baru sembuh diare mba jawab Dodi, oh kenapa tidak istirahat dulu pasca sakit, biasanya diare itu tubuh cepat lelah karena dehidrasi jelas saya, ga apa-apa mba saya harus tanggung jawab sama pekerjaan saya ujar Dodi.

Saya penasaran menanyakan sesuatu hal sama Dodi tentang kinerja catat meter, tuntutan pekerjaan dengan total kurang lebih 1900 rumah harus beres dalam lima hari dan tidak bisa sistem sambung jadi mau tidak mau dalam sehari harus mengecek sebanyak 400 rumah dalam lima hari (karena petugas catat meter sibuk turun ke lapangannya pada tanggal 20 sampai akhir bulan), jika lagi di hadapkan sama rumah yang terlalu terkunci atau aksesnya sulit untuk pengecekan yang berakibat pada mengulurnya jadwal pengecekan hari itu dan masuk pada perhitungkan kinerja berarti kinerja petugas tersebut kurang baik.

Belum lagi permasalahan penurunan tunggakan yang harus tetap berjalan dan persoalan tunggakan listrik yang harus dibayar pelanggan sebelum tanggal 30. Jelas pekerjaan ini tidak mudah karena menghadapi beragam karakter orang, budaya kita kan lebih galak yang punya hutang dari pada yang nagih, tidak semua sih tapi pasti ada yang begitu.

Menurunkan tunggakan lebih dari 90% perjuangan yang dirasa berat mungkin, apalagi jika di daerah gersang dan lingkungan preman tanpa bantuan siapapun petugas ini melakukannya sendiri jika kinerja petugas catat meter mencapai 90% dari yang di targetkan perusahaan, disinilah para petugas catat meter bisa dapat bonus.

Meningkatkan kinerja menuju PLN bersih mungkin cara di atas adalah salah satu diantaranya, tetapi ada yang harus kita ketahui juga bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia sebaiknya di mulai dari para pemimpinnya terlebih dahulu, sebab yang menjadi akar dan banyak yang terjadi korupsi justru yang di atasnya padahal sebagai pemimpin harus memberi contoh atau panutan yang baik kepada bawahannya.

Saya mendukung cara PLN menerapkan kinerja seperti yang diatas pada petugas catat meter karena hal tersebut mungkin akan terhindar dari praktek suap karena tuntutan pekerjaan dan prestasi sebagai pemicunya. Akan tetapi ada yang perlu saya garis bawahi jangan hanya petugas lapangan saja yang selalu disudukan tindak korupsi, tetapi keseluruhan dari mulai pimpinan hingga bawahan.

Sejak dicanangkannya UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mulai berlaku berdasarkan Peraturan Pemerintah No.61 Tahun 2010, mendorong PT.PLN (Persero) untuk terus meningkatkan transparansi perusahaan dan membentuk perangkat pelayanan informasi publik. PLN menunjuk Sekretaris Perusahaan dan Manajer Senior / Manajer Bidang terkait di Unit sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Melalui Pelayanan Informasi Publik ini masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai perusahaan, proses bisnis PLN, laporan keuangan, tanggung jawab sosial perusahaan dan informasi lain yang terkait melalui website : www.pln.co.id/keterbukaaninformasipublik atau melalui akun facebook PLN 123 dan akun twitter @pln_123 . (sumber pln.co.id)

Saya selalu tertarik dengan pembahasan PLN karena listrik adalah kebutuhan yang utama bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa listrik apa artinya dunia ini, maka pergunakan listrik seefisien mungkin agar listrik bisa dinikmati secara merata dan tidak terjadi pemadaman secara berkala di sejumlah daerah karena keterbatasan pasokan listrik. Dalam rangka memperingati Hari Listrik yang jatuh pada tanggal 27 Oktober maka terselanggara lomba Blogger Dukung PLN Bersih yang diselenggarakan oleh PT.PLN (Persero) dan blogdetik ini semoga para blogger ikut berpartisipasi mendukung dan mewujudkan PLN Bersih serta menyampaikan ke masyarakat luas lewat informasi melalui tulisan.


TAGS pln bersih pln123 no suap hari listrik


-

Author

Follow Me