Smart itu Bukan Hanya Pintar

22 Nov 2013

Kopdar Pertama

Kopdar Pertama

Berinteraksi dengan seseorang tentu kita bisa mengambil kesimpulan dan menilai tipe dari karakter orang tersebut. Seperti kata pepatah, ucapan adalah identitas yang bisa menunjukkan kepribadian kita. Ucapan dan tindakan menurut saya dua hal ini sangat penting dan harus diingat agar kita senantiasa menjaga lisan dan tulisan kita jangan sampai smart yang kita miliki ditutupi dengan tingkah laku kita yang tidak sesuai dengan karakter kita.

Smart menurutku adalah pintar yang terpancar dari dalam (inner beauty) yang membawa efek kuat yang memancar hingga terlihat dari tampilan luar. Misalnya sebagai salah satu contoh, untuk menjadi pintar itu tidak harus menjadi cantik atau tampan, dengan mempunyai karakter yang smart seperti pintar, mudah bergaul, bisa menempatkan posisi dimanapun dia berada sehingga orang yang smart tidak akan merasa canggung ketika berada dilingkungan baru.

Aktif diberbagai komunitas dan sering hadir diacara, banyak pengalaman yang saya dapat, selain dapat ilmu kita juga bisa belajar dari orang-orang yang hebat disekitar kita. Saya merasa banyak kekurangan pada diri saya khususnya public speaking yaitu berbicara dihadapan banyak orang. Rasanya sampai sekarang hal itu belum memacu adrenalin saya untuk berani tampil dihadapan orang banyak dengan rasa percaya diri yang penuh, pernah sesekali tampil itupun gagal, saya sering cengengesan, banyak pengulangan kata, bibir dan badan terasa gemetar seperti HandPhone yang memakai vibra.

Apa yang saya ketahui dan saya telah fahami dengan materi tiba-tiba buyar ketika tampil dihadapan public dan hal ini yang bisa menyebabkan smart seseorang tidak tampak terlihat ketika ia berbicara didepan banyak orang. Sangat berbeda dengan mereka yang berani tampil, penuh rasa percaya diri, rileks ketika sedang berhadapan dengan banyak orang menjadi kesan tersendiri bagi orang yang melihatnya. Smart menurutku tidak hanya pintar tetapi penuh rasa percaya diri dan mampu memberikan efek nyaman bagi orang disekelilingnya.

Untuk menjadi orang smart kita bisa belajar lewat keseharian kita saat sedang beraktifitas, meniru hal-hal yang baik dan positif saya rasa tidak ada salahnya, kita merasa senang, nyaman dan merasa terinspirasi jika bergaul dengan orang yang smart lantas apakah kita juga tidak tergugah ingin seperti orang yang kita anggap smart dan dikagumi banyak orang? Semua itu bisa kita pelajari bertahap dan tidak perlu menjadi orang lain. Memperbaiki diri saya rasa perlu tetapi jangan sampai menghilangkan identitas kita untuk supaya tampil menjadi orang lain akan terlihat mencolok kekurangan dari diri kita.

Proses awal perbaikan diri saya dalam hal pergaulan ketika diawali oleh mulai mengenalnya dunia blogging pada tahun 2009, saat itu ketika membuka blog setelah publish rasanya senang ketika ada yang komentar dan itu artinya blog saya dibaca orang. Saat itu kopdar menjadi event yang jarang ditemui sekalinya ada itupun yang mengadakan personal dan lingkupan kecil dari blog yang mereka kenal saja. Pada saat itu saya belum berani untuk kopdar saat ada yang ngajak dengan alasan belum mengenal dari masing-masing mereka dan takut menjadi obat nyamuk dilingkungan kopdar itu.

Baru pada saat ulang tahun komunitas, saya mulai berani berbaur dengan para blogger itupun dengan intensitas yang cukup terbatas interaksinya, ya..prosesnya memang cukup panjang untuk bisa mengenal mereka. Blogwalking salah satru cara agar bisa kenal lebih dekat dengan mereka dan ini sangat berguna agar ketika bertemu di dunia nyata kita tidak canggung dan merasa asing, nah untuk membuat mereka senang dengan kita tentu ucapan pertama yang kita sampaikan tentu harus baik-baik agar mereka respon terhadap kita, disinilah smart berguna juga untuk menjaring pertemanan.

Seiiring dengan pesatnya sosial media yang memungkinkan untuk banyaknya acara dan para penyelenggara event mengundang para blogger untuk berbaur didalamnya, sayapun sering terlibat dan rasanya dunia sepi tanpa acara. Satu per satu orang yang tadinya hanya saya kenal dan berinteraksi hanya didunia maya saja bertahap bisa mengenal mereka didunia nyata, salah satu contohnya adalah mba Winda Krisnadefa, nama yang tidak asing didunia per-bloggingan. Saya mengenal mba Winda ketika sedang bersama-sama menghadiri acara NUB di Kidzania dan namanya sering saya temui di FB Kumpulan Emak2 Blogger, saya tidak sungkan menyapa lebih dulu dan mengulurkan tangan untuk berkenalan sama mba Winda, dia pun menyambut dengan hangat penuh senyum (mungkin bisa dikatakan mba Winda juga termasuk orang yang smart . Mereka orang-orang hebat sekalipun mereka mempunyai tanggung jawab pekerjaan dan keluarga tetapi mereka menyempatkan untuk nulis blog.

Perkenalan pertama dengan mba Winda Krisnadefa dan para emak bloggers

Perkenalan pertama dengan mba Winda Krisnadefa dan para emak bloggers

Tidak hanya itu, mereka yang mempunyai segudang tanggung jawab keluarga untuk mengurusi rumah tangga mereka selalu menyempatkan hadir di acara untuk menimba dan berbagi ilmu. Perjalanan ke tempat acara yang cukup jauh tidak menghalangi niat tulus mereka untuk mendapatkan ilmu, pertemanan dan selanjutnya berbagi materi apa yang sudah didapat dalam acara hal ini patut diacungkan jempol dimana masih banyak para ibu rumah tangga yang berpikiran sama seperti para blogger smart ini.

Hal itulah yang membuat saya belajar smart, dimana saya bisa bisa berbaur dengan orang-orang hebat seperti para blogger dan sering ikut terlibat dalam event yang saya hadiri. Ibarat sebuah smartphone yang bisa kita nikmati dengan banyak manfaat membantu kita untuk menjadi tahu banyak hal, begitu juga dengan diri kta sendiri jika orang menilai kita smart otomatis orang akan respon sama kita.

Dari yang saya tidak tahu sama sekali kini menjadi tahu banyak hal tentang dunia. Ilmu tidak hanya didapatkan dibangku sekolah tetapi dalam keseharian kita juga bisa belajar untuk menjadi smart. Yang tadinya malu untuk berbaur dan merasa asing ketika berada dilingkungan yang tidak saya kenal semua namun kini saya bisa berbaur dan menempatkan diri meskipun banyak orang yang tidak kenal disekeliling saya, percaya diri bisa dikatakan modal utama untuk menjadi smart dimana seseorang bisa tampil smart tidak hanya memiliki kepintaran dan merasa hebat.

Smart tidak akan terpancar jika kita merasa kurang percaya diri dan tidak disalurkan ketika kita beraktifitas atau ketika sedang berinteraksi dengan banyak orang, seperti saya merasa smart dan percaya diri saat berkumpul dengan teman-teman dilingkungan baru sekalipun. Pintar itu relatif karena setiap orang berpendapat berbeda namun jika apa yang kita sampaikan lewat komunikasi yang mudah dimengerti dan enak untuk diajak berkomunikasi, orang akan cenderung menilai kita mempunyai nilai plus.***


TAGS smart pintar percaya diri blogger winda kresnadefa


-

Author

Follow Me